Melangkah demi masa depan dan melihat dengan jalan fikiran yang lurus "Talk Less do More"

Wednesday, June 20, 2012

Budayaku Hilang


Apakah ini milik Kita?

Salam blogger, miris mendengar tarian tortor asal batak itu di klaim oleh Malaysia, betapa tidak? Kasus ini sudah berlangsung tidak hanya untuk tarian tortor saja, kalo ingat dulu waktu usumnya si wayang dan si reog, Malaysia juga dengan sengaja mengklaim bahwa itu milik mereka. Siapa yang salah? Atau apa lagi yang akan di klaim oleh Malaysia? Mari kita berdiskusi sejenak berkaitan dengan budaya ini.

Ya, seperti kita tahu Indonesia mempunyai sekitar 3000an lah budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke. Budaya yang begitu banyaknya itu apakah kita sebagai warna Negara yang baik sudah mengetahui? Saya rasa yang di sekitar kita saja banyak kok yang tidak mengetahui apalagi yang ada di sana.

Masyarakat Indonesia itu kebanyakan mengikuti alur yang berjalan. Apa artinya? Banyak warga Negara kita tidak menjadikan budaya ini sebagai hal yang patut untuk di lestarikan. Alur yang di maksud adalah ketika si tua sudah tiada, maka si muda yang tadinya harus menggantikan regenerasinya malah tidak ada. Karena tidak adanya kesadaran si tua. Atau memang si muda yang tidak mau belajar.

Reogpun akan luput. Karena tidak di tulis
Ini untuk pemerintah, seharusnya pemerintah itu tidak hanya mencatat budaya yang ada di Indonesia, itu apa artinya? Ya ini hanya usul dari saya, pemerintah juga perlu mengkomersilkan budaya kita, mungkin pemerintah perlu membangun rumah adat satu atap yang isinya adalah budaya Indonesia semua. Atau yang lain misalnya pemerintah menyediakan web portal untuk budaya yang ada di Indonesia. Jadi tidak hanya di catat di kertas tapi juga di online kan.

Apapun namanya itu, yang jelas sekarang adalah, budayaku sudah hilang, walaupun masih ada di Indonesia. Banyak rakyat Indonesia yang marah dengan itu. Mungkin leluhur juga sangat marah, karena yang seharusnya di lestarikan, sekarang malah di bawa ke surga. Hehe.. Sekian dulu artikel saya hari ini. Kalo ada salah kata mogon maaf dan terima kasih.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

8 Tanggapan pembaca

  1. hemmm..kebiasaan mencatat/menulis di kita memang masih rendah..setidaknya setiap kali audit sering mnemui kasus jika rekaman data tidak data. Padahal apapun yg dilakukan jika tidak direcord..artinya ya itu hanya cerita tanpa bukti yg menudkung. Demikian juga dengan kekayaan budaya kita yg turun temurun secra tutur tinular

    ReplyDelete
  2. benar kawan! seiring majunya perkembangan zaman, kecintaan terhadap kebudayaan makin hilang.

    ReplyDelete
  3. Pemerintah lagi sibuk mengurusi budaya kalau ada pengakuan dari negara lain. Apa pemerintah nggak belajar dari kasus-kasus sebelumnya ya?

    ReplyDelete
  4. huaaaaa... jangan sampe bahase betawi diakui juga niih ame malaysia... =.= *malaysia kagak kreatif banget daahh* #sewott

    ReplyDelete
  5. semoga batik ga bakal di ambil juga .

    ReplyDelete
  6. Pemerintah kita lagi sibuk ngurusin duit yang akan di Korup dan yang sudah di Korup teman. Jadi sudah ga ada lagi waktu ngurusin kepentingan Rakyat nya. Nice share Teman

    ReplyDelete
  7. sekrang budaya kita di klaim lagi oleh malaysiaa...

    ReplyDelete
  8. budaya indonesia sudah tergeser oleh masuknya budaya anak alay korea yang menamakan diri sebagai K-PoP..la la la la ye ye ye ye
    #miris

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mengunjungi blog kami.
Sampaikan saran, kritik, dan pesan di bawah ini.
Mohon untuk berkomentar secara sopan.
~ No SPAM
~ No Sara
~ No Menghujat
~ No Link Hidup
(update 7 Januari 2013)
Informasi:DO FOLLOW Blog

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Deby Putra Bahrodin
Designed by dputra
Posts RSSComments RSS
Back to top