Melangkah demi masa depan dan melihat dengan jalan fikiran yang lurus "Talk Less do More"

Tuesday, January 29, 2013

Saling Menyalahkan itu Demokrasi?

Salam Blogger, salah satu ciri dari negara demokrasi adalah saling menyalahkan, menghina, menjatuhkan dan saling senggol-menyenggol. Apakah itu semua benar? Saya bukan ahli politik dan saya juga bukan ahli pengamat politik. Sebentar saya tengok berita di salah satu portal televisi swasta. Beritanya mondar-mandir, mondar mandir. Saya sendiri sampai bingung membacanya.

Banyak sekali masalah, yang A menyalahkan yang B, karena yang B merasa tertekan akhirnya minta backup yang C. Sudah tidak sehat. Dan masyarakat awam seperti di suruh untuk melihat wayang yang di kemudikan oleh dalangnya. Memang sih kalo bicara soal yang di sana itu tidak ada habisnya. dan hanya yang bodohlah yang akan menjadi korbannya.

Contohnya ini nih, ada asosiasi gubernur yang katanya mengkritik anggaran subsidi BBM yang katanya membakar uang 300 T. dan dengan seenaknya ada yang berkata "Sebenarnya rakyat di daerah sudah siap kalau harga BBM subsidi dirasionalisasi (disesuaikan/dinaikkan)". Siapa yang siap coba?? dia dengan seenaknya bilang kurangi subsidi tapi dia sendiri pake bensin subsidi. Dan nanti kalo BBM naik dia teriak-teriak mengompori rakyat untuk demo. 

Kelanjutannya adalah presiden turun. Itulah yang dia inginkan., permainan busuk yang hanya ingin mengkudeta jabatan saja.

Kemudian ada lagi nih yang terbaru, masalah larangan impor buah dan sayur. Bukankah ini semua permintaan petani? dan sudah di kabulkan, dengan cacatan tersendiri tentunya. Tapi juga ada saja orang yang usil dengan kebijakan ini. "Agar buah impor jangan lagi masuk ke Indonesia bukan caranya dilarang-larang, tetapi bagaimana menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia jangan makan buah impor, lebih baik makan buah lokal asli dalam negeri".

Saya kalo melihat komentar ini kok rasanya kurang realistis ya, teorinya terlalu banyak dan terlalu berat untuk saya pribadi. Wong yang ngalami itu petani kenapa yang heboh bukan yang petani?

Sumber komentar dari detik
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

6 Tanggapan pembaca

  1. Biasanya ada sesuatu niatan bila mengatasnamakan demokrasi baik itu kepentingan golongan atau pun segelintir orang.
    Semoga demokrasi Indonesia kedepannya akan lebih baik lagi

    ReplyDelete
  2. wah kalau yang namanya politik demokrasi, saya nggak bisa coment sobat, maaf banget ya sobat, pusing kepala saya denger kata kata politik....?

    ReplyDelete
  3. kunjngan sobat, smbil baca2
    visit n koment back y dblogq :)

    ReplyDelete
  4. wah, nggak ngerti tentang politik nih saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya saya juga kurang tau politik sih.. tpi bagaimanapun juga jgn menyalahkan demokrasi, ini negara demokrasi bung

      Delete

Terima kasih sudah mengunjungi blog kami.
Sampaikan saran, kritik, dan pesan di bawah ini.
Mohon untuk berkomentar secara sopan.
~ No SPAM
~ No Sara
~ No Menghujat
~ No Link Hidup
(update 7 Januari 2013)
Informasi:DO FOLLOW Blog

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Deby Putra Bahrodin
Designed by dputra
Posts RSSComments RSS
Back to top