Melangkah demi masa depan dan melihat dengan jalan fikiran yang lurus "Talk Less do More"

Friday, January 18, 2013

Saran Apa yang Kamu Berikan Untuk Jakarta?

Salam Blogger, Kemarin malam liat tv isinya cuman aer aja, hampir semua stasiun televisi yang terekam oleh antena UHF saya memberitakan banjir. Bahkan ada salah satu stasiun televisi yang isinya dari tadi pagi sampe sekarang itu isinya cuman banjir. Aaahhh... awalnya sih seru gitu kan liat banjir. Tapi lama-lama juga bosen, soalnya video banjirnya di ulang-ulang terus.

Nah, kemarin sore saya sempet mendengar pendapat orang besar di ibu kota soal banjir, katanya untuk menyelesaikan banjir harus di bangun waduk resapan lebih banyak lagi, jangan hanya mengandalkan yang sudah ada. Itu sih pendapat yang pastinya tidak salah, tapi saya kok jadi sebel ya mendengar pendapatnya. Saya sebel karena kenapa harus membangun waduk yang lebih banyak? Sementara yang di bantaran sungai itu tidak di tertipkan? Kalopun nanti seandainya berhasil di bangun waduk, mereka yang ada di bantalan sungai itu pasti tidak akan pernah berubah.

Kalo pendapat saya sih, bangun waduk resapan itu jangan banyak-banyak, setidaknya kalo targetnya itu 10 waduk, bangun saja 3 atau 4 waduk. Uang sisa untuk membangun waduk itu di gunakan untuk mengeruk sedimentasi, pelebaran sungai dan di gunakan untuk relokasi warga yang berada di bantalan sungai itu. Lalu kalo ada yang tidak mau bagaimana? Kalo itu orang sudah tau dampak banjir yang luar biasa ini tentu saja semua akan berjalan dengan baik.

Itu sih hanya pendapat ya, untuk aplikasinya ya terserah saja kebijakannya pak Jokowi. Lalu pendapat apa yang akan anda sampaikan untuk Jakarta?
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

10 Tanggapan pembaca

  1. bingung kasih saran soalnya cuman tau jakarta itu ibukota negara tapi kesononya gak pernah sob.
    cuman saran saya bukan tentang banjir tapi implementasi pemerintah dalam penanggulan banjir ini ternyata terjadi ketika ada masalah. padahal menurut saya tahun 2007 jakarta pernah banjir seperti ini tetapi setelah itu gak ada penanggulangan masalah bwt mencegah banjir. yang ada hanya pembangunan infrastruktur. akhirnya jakarta jadi ruwet, hampir gak cocok disebut ibukota negara

    ReplyDelete
  2. kunjungan perdana sobat, sambil baca2 :)
    visit n koment back ya dblogq :)
    skalian follow blogq y nanti ak folback

    ReplyDelete
  3. berkunjung dan terus follow..

    indonesia banjir disana..semoga banjir akan cepat surut ya

    ReplyDelete
  4. saran yang baik itu mbgkin pulau jakarta agak sedikit diangkat beberapa meter di atas permukaan laut aja,, tp siapa yang mngangkatnya ya,,,
    berarti saran saya kurang tepat dong,,,
    klw tidak airnya disedot saja dibuang ke laut,,,
    namun yang paling bagus nanti kalau sudah kering buat perairan yang bagus dan dapat mngurangi genangan air yg berlebihan,,,

    ReplyDelete
  5. banjir yaa pindah ke papua ajah =,= heheheheh :D

    ReplyDelete
  6. sudah saatnya ibukotanya pindah d tempat lain sob :)

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. mohon maaf untuk mas yuyud komentarnya saya sembunyikan ya ... :)

    ReplyDelete
  9. Serbuan pagi ^^ Semangat...semangat...

    Menurut saya vegetasi Jakarta harus di ubah ^^

    ReplyDelete
  10. apa ya?.....
    nggak tau juga si....
    Kayaknya ibu kotanya di pindah aja kali ya....
    SEcara udah sering macet la sekarang banjir lagi...
    he he he #gak nyambung

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mengunjungi blog kami.
Sampaikan saran, kritik, dan pesan di bawah ini.
Mohon untuk berkomentar secara sopan.
~ No SPAM
~ No Sara
~ No Menghujat
~ No Link Hidup
(update 7 Januari 2013)
Informasi:DO FOLLOW Blog

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Deby Putra Bahrodin
Designed by dputra
Posts RSSComments RSS
Back to top